Pengertian ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah / madrasah.

Kegiatan ekstra kurikuler di SMAN 2 Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu implementasi dari rencana srategis (Renstra) Depdiknas 2005-2009 yang menyatakan bahwa perspektif pembangunan pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan aspek intelektual saja melainkan juga watak, moral, sosial, dan fisik peserta didik atau dengan kata lain menciptan manusia Indonesia seutuhnya.

Dasar hukum kegiatan ekstra kurikuler juga merujuk kepada keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 125/U/2002 tentang kalender pendidikan dan jumlah jam belajar efektif di sekolah pengaturan kegiatan ekstrakurikuler dalam keputusan ini terdapat pada Bab 5 pasal 9 ayat 2 “pada tengah semester 1 dan 2 sekolah melakukan kegiatan olahraga dan seni ( porseni ), karya wisata, lomba kreatifitas atau praktek pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan seutuhnya.” Dalam bagian lampiran keputusan mendiknas ini juga dinyatakan liburan sekolah atau madrasah selama bulan ramadhan diisi dan dimanfaatkan untu melaksanakan berbagai kegiatan, yang diarahkan pada peningkatan akhlak mulia, pemahaman atau amaliah agama termasuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang bermuatan moral.

Kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dalam beragam cara dan isi. Penyelenggaraan kegiatan yang memberikan kesempatan luas kepada pihak sekolah, pada gilirannya menuntut pimpinan sekolah, guru, siswa, dan pihak yang berkepentingan lainnya untuk secara kreatif merancang sejumlah kegiatan sebagai muatan kegiatan ekstrakurikuler. Beragam kegiatan ekstra kurikuler diselenggarakan di sekolah untuk mewadahi minat dan bakat siswa di luar bidang akademis. Sebenarnya ada juga kegiatan tersebut berkaitan dengan kemampuab akademis siswa pada mata pelajaran tertentu, misalnya dalam bidang bahasa, ilmu sosial dan mata pelajaran eksakta. Oleh karena itu, sekolah juga membuat program kegiatan dalam bentuk klub mata pelajaran, misalnya klub bahasa Jepang, klub Bahasa Inggris, Klub Matematika dll.