preview

Ayaka Takeshita, gadis berusia 23 tahun ini sejak agustus 2016 lalu mengabdikan diri sebagai guru bahasa Jepang di SMAN 2 Kota Tangerang. Sebetulnya, Ayaka tidak datang sendirian ke Indonesia. Ayaka bersama rekan-rekan senegaranya mengemban misi kebudayaan yang disponsori oleh Jakarta Japan Foundation. Beberapa temannya tersebar di beberapa sekolah pavorit yang ada di sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok (Jabodetabek). 

Gadis imut dan pemalu ini seperti kebanyakan gadis Jepang lainnya merasa sangat kerasan berada di Indonesia. Menurutnya, orang Indonesia itu menyenangkan dan ramah-ramah. Setiap kali bertemu pasti saling sapa yang tak biasa terjadi di negaranya.

"Setiap hari saya pergi ke sekolah dan para siswa memberi salam “Ohayougozaimasu (selamat pagi)”, "Ayaka sensei, Konnichiwa (Selamat siang)“ kepada saya, " begitu kata Ayaka yang nampak begitu semangat.

Selama pelajaran anak-anak belajar dengan keras. Saya merasa para siswa sekolah ini sangat riang, jujur dan pintar.Di ruang guru pun, para guru juga selalu mengajak saya berbicara.Guru-guru sekolah ini benar-benar baik. Mereka bertanya, "Apakah makanan ini ada di Jepang?” dan sering memberitahu saya tentang masakan tradisional Indonesia.

preview

Ayaka juga merasa senang dengan para siswa disini yang antusias untuk mengetahui lebih banyak tentang bahasa dan kebudayaan Jepang. Untuk itu, disalah satu sesi pembelajaran, Ayaka mengajak siswa-siswa untuk belajar memasak masakan Jepang. Menu masakan yang disajikan adalah Makizushi dan Misoshiru.Sushi sering dimakan pada waktu selamatan. Sedangkan Misoshiru adalah sup wajib dalam menu sarapan Jepang sehari-hari. Misoshiru dimakan dengan nasi sebagai menu sarapan setiap pagi.

preview

"Saya juga senang karena saya bisa mendengar anak-anak berkata Oishii(enak)”, begitu Ayaka menceritakan bagaimana sukanya para siswa mencicipi masakan Jepang dibuatnya bersama-sama.

Tak terasa, waktu 7 bulan berada di Indonesia sudah mendekati saatnya Ayaka pulang kampung, pulang ke tanah dan negara kelahirannya. Menurut jadwal, Ayaka akan kembali pulang ke Jepang pada 16 Maret 2017.

"Saya sangat bahagia karena bisa datang ke sekolah ini.Selama pelajaran anak-anak belajar dengan keras. Saya merasa para siswa sekolah ini sangat riang, jujur dan pintar.Waktu pertama saya datang ke Indonesia, jujur saja saya merasa cemas. Karena saya tidak tahu sama sekali tentang Indonesia. Gaya hidup, bahasa, makanan dan lain-lain. Banyak hal yang membuat saya bingung.Namun, karena semua orang telah mengajarkan saya banyak hal, selalu bersikap ramah dan membantu saya, sekarang saya jadi cinta Indonesia.Ketika saya kembali ke Jepang, saya ingin menyampaikan keindahan Indonesia kepada teman-teman orang Jepang. Perpisahan dengan semuanya sangat menyedihkan bagi saya.Kenangan dengan kalian adalah harta berharga dalam hidup saya", begitu paparan Ayaka sambil sedikit terbata-bata dengan mata sedikit berkaca. Mungkin sedih dia akan meninggalkan para siswa dan guru-guru di SMAN 2 Tangerang Selatan yang selama ini begitu dekat dan akrab dengannya.

Selamat jalan Ayaka, sampai jumpa lagi di lain waktu. We love you, toooooo!!!