preview

Rizky Putra siswa kelas X IPS 1 berhasil meraih meraih emas pada Kejurnas INKAI (Institut Karate Do Indonesia) di Banjarmasin. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun 2018 ini diikuti sekitar 1300 karateka INKAI dari 28 provinsi dan berlangsung di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin. Kejurnas mempertandingkan kelompok Pra Pemula, Pemula, Kadet, Junior, kelompok Under 21, Senior dan kelompok veteran

Ketua Umum Inkai Pusat, Letnan Jenderal Agus Kriswanto berkenan membuka Kejurnas pada Jum’at (27/7). Hadir dalam acara pembukaan tersebut para pejabat daerah, diantaranya mewakili Gubernur Kalsel H Syahbirin Noor Sekdaprov Kalsel H Harris Makkie, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Danrem 101/Antasari Kol Inf Yudhianto Putrajaya dan unsur Forkompimda.

preview

Pembukaan acara ditandai dengan pemasangan sabuk hitam DAN Kehormatan secara simbolis oleh Armen Lucas Tompudung (DAN 9) pada Walikota Ibnu Sina dan Danrem 101/Ant Kol Inf Yudhianto Putrajaya.

 

preview

Prestasi yang membanggakan kembali dipersembahkan oleh Tim Olimpiade Ekonomi Nasional SMAN 2 Kota Tangerang Selatan. Tim  Hosea Ch. Situmorang dan Maurizky berhasil membawa pulang piala sebagai juara 1 Olimpiade Ekonomi Nasional 2017. Olimpiade yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 4 dan 5 Nopember 2017.

preview

Pada olimpiade ekonomi yang mengusung Tema “Olimpiade Ekonomi SMA/MA tingkat Nasional sebagai Sarana Mencetak Generasi Muda yang Mandiri dan Berdaya Saing dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital”, Provinsi Banten mengirimkan 4 tim yang kesemuanya berasal dari Kota Tangerang Selatan. Dua tim dari SMAN 2 Kota Tangerang Selatan (Moonzher) dan dua tim lagi dari MAN Insan Cendekia. Keempat Tim perwakilan Banten ini harus berjuang melawan 210 tim yang berasal dari SMA/MA seluruh Indonesia. 

Pada babak penyisihan, kedua tim Moonzher berhasil masuk semi final bersama 105 tim lainnnya dari seluruh Indonesia. Namun pada tahap selanjutnya, hanya tim Hosea & Maurizky yang berhasil lolos, sementara Tim Dara & Kathy harus rela ditinggal karena hanya masuk peringkat 11. Yang berhak masuk babak Final hanya sampai peringkat 6 besar. 

Tidak mudah bagi Tim Hosea untuk masuk grand final. Perjuangan makin berat. Dari 6 tim yang masuk final, hanya 3 tim saja yg berhak maju pada babak grand final. Alhamdulillah, tim Hosea berhasil lolos dengan angka perolehan skor tertinggi hingga akhirnya mengantarkan Tim Hosea sebagai juara 1.

"Puji syukur alhamdulillah. Perjuangan anak-anak kami sungguh luar biasa, terutama pada saat Hosea dan Maurizky harus mempresentasikan potensi ekonomi di Tangsel yang bisa dikembangkan dan menjadi andalan di daerahnya. Bagaimana tidak membuat kami deg-degan karena pengujianya para dosen senior dan profesor. Namun kekhawatiran itu segera berlalu ketika kami mengetahui kalau anak didik kami berhasil dengan skor tertinggi", begitu kata Dra Hj. Cucu Rostika, M.Pd yang turut mendampingi Tim Moonzher di Kota Malang yang terkenal dingin itu.

 

Tahun ini tercatat sebanyak 376 siswa alumni SMAN2 Tangsel  tahun ajaran 2015/2016 diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN).  69 siswa angkatan diantaranya berhasil lolos melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri  SNMPTN. Selebihnya melalui jalur mandiri. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Angkatan tahun 2013/2014 hanya tercatat 204 siswa yang berhasil masuk PTN dan ditahun berikutnya, yakni tahun 2014/2015 naik lagi menjadi 294 siswa yang berhasil masuk PTN. Ini adalah prestasi ayng sangat membanggakan bagi kita semua.

 

Prestasi ini melengkapi prestasi sekolah beberapa tahun terkahir. Berikut adalah prestasi SMAN 2 Kota Tangsel sejak 2011 hingga 2016.

  1. Juara I Sekolah sehat Tk Nasional (2011)
  2. Sekolah Adiwiyata Nasional (2012)
  3. Apresiasi Sekolah Layak Anak (2012)
  4. Juara I Tk Propinsi (2013)
  5. Sekolah Peduli Tata Ruang (2013)
  6. Sekolah Adiwiyata Nasional Mandiri (2014)
  7. Laskar Lingkungan di Bidang Pengelolaan Sampah berbasis 3R (2014)
  8. Apresiasi  Sekolah Sehat (2014)
  9. Apresiasi Sekolah PAI Unggulan Propinsi Banten 2014)
  10. Sekolah Pelopor Keselamatan Perkeretaapian 2015)
  11. Sekolah Model Kurikulum 2013 (2015)
  12. Sekolah Berintegritas Nasional (2015)
  13. Sekolah Rujukan Propinsi Banten (2016)

 

Ekstrakurikuler Paduan Suara SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan atau yang lebih dikenal dengan Arutala Choir/Moonzher Choir, didirikan guna memenuhi minat para siswa-siswi dan sebagai sarana penyaluran bakat dalam bidang seni yang terkhususkan dalam bidang vocal. Ekstrakurikuler ini terdiri dari siswa-siswi kelas X & XI serta alumni dengan sifat keanggotaan tetap. Arutala Choir/Moonzher Choir berdiri pada tahun 2009, dan kini ekstrakurikuler ini berada dibawah binaan bapak Nurul Sugiantoro, S.Pd dan dibawah kepemimpinan Dinda Ramadhanti Puteri, siswi kelas XI, dengan masa kepemimpinan tahun 2014/2015

Arutala Choir/Moonzher Choir sendiri bertugas pada setiap upacara Bendera ataupun upacara hari Besar Indonesia. Selain itu, Arutala Choir/Moonzher Choir juga sering tampil di berbagai event yang diadakan sekolah baik formal atau informal dan mengikuti berbagai kompetisi paduan suara yang ada. Arutala Choir juga mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti lomba FLS2N bidang solo vocal setiap tahunnya.

Didalam ekstrakurikuler paduan suara, anggota berlatih berbagai hal. Mereka dilatih bagaimana cara bernyanyi yang benar, cara membaca partitur not balok, menyelesaikan nada dengan chord yang dimainkan, melatih pernafasan, melatih kerjasama antar anggota dalam penyelarasan 4 suara yang ada, serta membangun kekeluargaan paduan suara yang solid dan menyenangkan.

Paduan Suara sendiri bertugas pada setiap upacara Bendera ataupun upacara hari Besar Indonesia. Selain itu, paduan suara juga sering tampil di berbagai event yang diadakan sekolah baik formal atau informal dan mengikuti berbagai kompetisi paduan suara yang ada. Paduan Suara juga mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti lomba FLS2N bidang solo vocal setiap tahunnya.

Japan Club SMAN 2 Tangerang Selatan merupakan ektrakurikuler siswa yang memberikan wadah kepada para siswa – siswi untuk mengenal negeri sakura dengan cara bertukar dan mencari informasi bersama. Japan Club dibentuk pada angkatan 21 yaitu tahun 2008. Tujuan utama dari Japan Club yaitu siswa dapat mengenal dan mempelajari nilai positif dari Negara Jepang. Japan Club memiliki 3 divisi yaitu Bunpo(Bahasa), Bunka(Budaya), dan Manga. Divisi Bunpo bergerak di bidang Bahasa yang bertujuan untuk melatih anggota agar bisa mengerti dan berbicara Bahasa jepang. Divisi Bunka bergerak di bidang Budaya yang bertujuan memperkenalkan budaya Bahasa jepang dan mengambil nilai positif dari budaya tersebut. Divisi Manga  bergerak di bidang Manga atau menggambar animasi yang bertujuan untuk mempelajari cara menggambar dengan baik dan dapat menghasilkan suatu produk yang berkualitas

Japan Club sekarang sudah memiliki sekitar 43 anggota yang merupakan siswa kelas 10 dan kelas 11. Japan Club mendepankan asas kekeluargaan untuk mempererat hubungan para anggota sehingga Japan Club bisa berjalan dengan baik. Prestasi yang diraih antara lain Juara 2 Lomba Pidato UNSADA, Juara 1 Lomba Rodoku BUNKASAI 2014, Juara 1 Lomba Pidato BUNKASAI 2015, dll. Japan Club juga berusaha agar setiap anggota dapat bersaing dengan siswa sekolah lain dalam lomba – lomba Bahasa Jepang yang diadakan agar siswa termotivasi untuk terus belajar dengan baik. Tujuan terakhir Japan Club yaitu semua anggota dapat pergi ke Negara Jepang dan dapat berbicara Bahasa Jepang dengan baik.