preview

Empat sekolah berhasil menunjukkan karya inovasi terbaiknya dalam upaya penyelamatan sumber-sumber air. Penghargaan berupa PIAGAM PENGHARGAAN diberikan oleh Bpk. I B Putera Parthama, Ph.D, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHL) pada acara Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) bertempat di Persemaian Permanen BPDAS Cimanuk Citanduy

Sekolah-sekolah yang mendapat penghargaan adalah sbb :

  1. SMAN 2 Tangerang Selatan dengan karya inovasi Ultrafiltrasi air.
  2. SMAN 1 Balikpapan dengan karya Inovasi Water Treatment Plant berupa filtrasi air tanah untuk kebutuhan warga sekolah
  3. SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru dengan karya inovasi "Sekolah Berbasis Konservasi Air"
  4. SMAN 27 Bandung dengan karya inovasi "Alat Pengendali Banjir dan Limbah Rumah Tangga dengan Mekanisme Terbarukan Flexible Box Recycle"

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal 28 November. Pelibatan komunitas sekolah, khususnya generasi muda menunjukkan bahwa semua warga dapat berperan aktif dlm penyelamatan DAS sesuai dg perannya masing-masing.


Karya para siswa ini ditampilkan pada booth pameran BP2SDM (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Para siswa juga berkesempatan utk berdialog dengan menteri LHK Dr.Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc pada tanggal 29 Desember 2018

 

preview

Japan Foundation Jakarta kembali menggelar lomba apresiasi baha jepang tingkat SLTA se-Jabodetabek ke-17. Kegiatan yang lebih dikenal dengan Bunkasai kali ini diselenggarakan di SMA Lab School, kebayoran Jakarta pada hari Sabtu, 15 Desember 2018.

preview

Klub Bahasa Jepang SMAN 2 Kota Tangerang Selatan tak mau ketinggalan untuk turut serta dalam kegiatan lomba tersebut. Dari delapan jenis lomba yang diperebutkan, Tim Bahasa Jepang Moonzher berhasil menggaet 6 nomor, yaitu:

  1. Juara 1 Manga  (membuat komik Jepang)
    Shakilla Malahayati XI IPA 3
  2. Juara 1 Rodoku  (membaca text bahasa Jepang)
    Nadira Lafatushifa XI IPA 3
  3. Juara 1 Membuat & mempresentasikan Poster Bahasa Jepang
    Naomi Madeleine Go XI IPA 4 & Anisa Saffanah R. X IPA 8
  4. Juara 2 Nihongo Shiken (Tes Kemampuan soal bahasa Jepang)
    Aldrin Irsyarasyid XI IPA 3
  5. Juara 3 Pidato Bahasa Jepang
    Alethea Azka XI IPA 3
  6.  Juara 3 Cosplay
    Fildzah Asmarani Laode XI IPA 3 & Iping XI IPS 3

Gambar mungkin berisi: teks

Bunkasai sebetulnya adalah festival kebudayaan Jepang yang biasanya di adakan di sekolah sekolah atau perguruan perguruan tinggi di Jepang. adapun tujuan diadakannya festival ini di Indonesia yang di prakarsai JF jakarta adalah untuk memperkenalkan budaya yang ada di Jepang. Mellalui kegiatan ini, diharapkan bisa memperkaya wawasan dan pengetahuan siswa peserta lomba tentang Jepang.

preview

Singapore-Indonesia Student Leader Adventure Camp, atau yang biasa disingkat SISLAC, merupakan suatu acara perkemahan (lumayan mirip LDKS) yang diadakan secara bergantian oleh Singapura dan Indonesia. Dengan sekitar 40 peserta siswa Indonesia dan 40 siswa dari Singapura. Pada tahun 2018 ini, acaranya digelar di Singapore, dan saya (Yosua Karel) mendapat berkat besar untuk dapat berpartisipasi didalamnya.

Mau tahu kisah serunya? yuk baca selanjutnya!

preview

Acaranya sendiri terjadi dari tanggal 12-16 november, namun sudah disuruh kumpul dari tanggal 10, 2 hari sebelum berangkat. Ternyata, disana kami berkenalan terlebih dahulu dengan peserta- peserta SISLAC yang dari Indonesia. Ada yang dari Bogor, Semarang, Jogja dan juga pastinya ada yang dari Jakarta. Terlebih lagi, anak-anak yang aku temui ternyata hampir semuanya adalah pemenang lomba nasional, dari menari, menyanyi, hingga lomba menulis karya fiksi pun ada.

Setelah dua hari “pra-pembinaan” selesai, ahkirnya kami berangkat ke Singapura. Sesampainya disana, walaupun dalam keadaan lumayan Lelah sehabis naik pesawat, ternyata kami langsung disikat oleh rangkaian acara disana. Kami menginap di suatu perkemahan dengan ruangan mirip barak, tapi kami tidak menghabiskan banyak waktu disana, sebaliknya, kami menghabisakan sisa hari pertama kami bermain ice-breaker, berkenalan dengan orang singapur. Orang singapur itu sangat ramah, dan amat bersih pula. Selama kami disana kami diwajibkan mencuci piring sendiri dan menjaga kebersihan.

Hari kedua cukup seru. Kami menghabiskan hari itu dengan bermain outbond, bermain panjat, dan masuk ke gua buatan. Namun hari kesukaanku mungkin adalah hari ketiga. Hari itu tidak banyak acara macam-macam, hanya satu. Kami diberi 10$, lalu diperbolehkan untuk keluar dari tempat kemah dan menjelajahi singapur Bersama dengan grup kami. Bahkan mereka menyediakan ipad dengan peta agar kami tidak tersesat. Seharian itu saya mendapat kesempatan untuk melihat benar-benar singapur itu seperti apa.

Singapura adalah suatu negara (kota) yang sangat indah. Segala hal diatur sangat rapih oleh mereka, dari sistem MRTnya, komplek apartmen yang dibangunnya, bahkan cara berdiri di escalator diatur! Semua orang diwajibkan untuk berdiri disebelah kiri, supaya bila ada orang yang ingin bergegas bisa lari lewat sebelah kanan escalator. Seharian itu aku melihat banyak tempat wisata yang idah, seperti China Town, little India, dan juga sempat berkunjung ke museum nasional di sana.

Hari yang keempat dan lima sebenarnya kami tidak berbuat terlalu banyak, sudah sangat kelelahan setelah rangkaian acara dari hari-hari sebelumnya. Walaupun begitu kami tetap bersenang dan bermain bersama, dari menyayi bersama, menari, bahkan main truth or dare. Aku senang bisa ikut acara ini, aku mendapatkan banyak sekali teman, amat banyak hingga aku tidak bisa menyebutnya satu per satu, dan juga aku belajar banyak. Belajar tentang negara dan kultur singapur, belajar sedikit bahasa singlish dari temanku, dan tentunya belajar banyak tentang kepemimpinan, kerjasama dan cara berkomunikasi dalam kelompok.

Sungguh aku sangat bersyukur bisa ikut acara SISLAC

 

iso.jpg
laras-fuad.jpg
runner-up-tim-ekonomi.jpg