preview

Selamat kepada Kelompok Ilmiah Remaja Robotik Moonzher (KIROBO MOONZHER) yang berhasil meraih gelar juara pertama untuk tingkat pelajar dalam "Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kota Tangerang Selatan. Lomba ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang Selatan, bertempat di kampus Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan pada tanggal 29 – 30 April 2019 lalu. Tim KIROBO beranggotakan Naradhipa M. S. Bhary (XII MIPA 6), Akhdan Farhan Gifari (XI MIPA 1), dan Ian Griffin (XI MIPA 4). 

Plt Kepala DPMP3AKB Tangsel Khairati mengatakan bahwa lomba inovasi TTG yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk mengajak warga untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat atas temuan mereka untuk digunakan masyarakat umum. Oleh karena itu, menurutnya lomba TTG ini memberi kesempatan kepada masing-masing kecamatan untuk menghimpun dan mencari bakat ide inovasi yang bisa ditampilkan. Lomba ini diharapkan mampu membantu menyelesaian persoalan yang ada di masyarakat karena produk TTG merupakan produk inovasi baru yang dibuat langsung oleh masyarakat umum maupun pelajar.

Apa yang dibuat oleh Tim KIROBO sehingga mereka lantas jadi juara 1?  Mereka menyebutnya  E-Trash : Sistem Manajemen Pengangkutan Sampah Pintar Berbasis IOTSeiring dengan perkembangan teknologi IoT (Internet Of Things) yaitu sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus, kami terpacu untuk menciptakan sebuah alat atau sistem manajemen pengangkutan sampah berbasis IoT yang dapat menjadi solusi untuk mengoptimalisasi proses pengangkutan sampah.

Alat ini bekerja menggunakan sensor ultrasonic dimana sensor akan mendeteksi jarak antara sensor dengan sampah dan membandingkanya kkepadfa jarak saat kondisi kosong. Data tersebut kemudian di kirimkan ke server digabung dengan data posisi tempat sampah yang didapatkan dari modul GPS. Pada bagian server, data yang masuk akan diolah dan dikelompokan yang sudah penuh dan tidak, kemudian data tersebut ditampilkan menggunakan sebuah dashboard berbasis web dimana pengguna dapat mengambil rute pengangkutan sampah

Kegiatan lomba ini diikuti oleh 34 peserta dengan dua kategori yakni pelajar terdiri dari SMA, SMK, dan MA juga kategori mahasiswa dan umum. Tim juri terdiri dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kemenristekdikti, BPPT, Puspiptek, dan ITI.

 

BACA ARTIKELNYA KLIK DISINI