preview

Sebanyak 12 pelajar Indonesia kembali mengukir prestasi pada kejuaraan daya ingat Philippine Open Memory Championship 2019 yang berlangsung tanggal 13-14 Juli 2019.  Tim Indonesia yang berada di bawah pembinaan IMSC (Indonesia Memory Sports Council) pimpinan Grandmaster of Memory, Yudi Lesmana bertanding dengan puluhan atlet memori lainnya yang berasal dari Filipina, China, India, serta Uzbekistan, dan berhasil merebut total 21 medali.

Salah satunya adalah Aisha Nadine yang mengungguli banyak atlet daya ingat dari negara lainnya di cabang Random Words. Dalam 5 menit, pelajar kelas 10 yang akrab disapa Nadine ini sukses mengingat 92 kata, mengalahkan Erwin G. Balines yang harus puas dengan perolehan 85 kata.

Kompetisi yang diselenggarakan di Dreamworld Hotel, Quezon City, ini mempertandingkan 10 jenis perlombaan yang menguji kemampuan otak, yakni Names and Faces (5 menit mengingat wajah dan nama); Binary Numbers (5 menit mengingat urutan angka biner); Random Images (5 menit mengingat urutan gambar); Random Numbers (5 dan 15 menit mengingat urutan angka); Fictional Dates (5 menit mengingat tahun dan kejadian); Random Words (5 menit mengingat urutan kata); Spoken Numbers (mengingat urutan angka yang diperdengarkan satu detik per angka); dan Random Cards (5 dan 10 menit mengingat urutan kartu remi).

hasil kejuaraan ini membuktikan bahwa kemampuan daya ingat anak bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata oleh dunia. Sejak berdiri pada tahun 2014, IMSC secara rutin melatih dan mengirimkan atlet-atlet daya ingat untuk bertanding pada Olimpiade Memory di berbagai negara. Hingga hari ini, Tim Olimpiade Memory Indonesia telah mengantongi ratusan medali emas, perak, perunggu, 2 Rekor Dunia, serta 5 Rekor MURI.