preview

Fildzah Asmarani Laode, Siswa kelas XII-IPA3 berparas cantik ini memang jagonya melukis. Bertempat di Balai Budaya Jakarta, Fildzah  mengadakan pemeran tunggal perdana dengan tajuk on the spot #Feel# pada 11 September 2019. Pameran sedianya akan dibuka oleh Drs. Pustanto, M.M. (ketua Galeri Nasional Indonesia, GNI). Beliau adalah mantan kepala Subdirektorat Seni Rupa, Direktorat Kesenian, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Balai Budaya Jakarta adalah pusat kebudayaan milik Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan kegiatan kebudayaan dan seni seperti pameran lukisan dan aktivitas seni lainnya serta sebagai ruang pertemuan antar seniman. Balai Budaya ini merupakan bagian dari sejarah awal mula pergerakan seni budaya nasional Indonesia. Beberapa senimaan ternama Indonesia pernah menggunakan atau menyelenggarakan pameran di sini, diantaranya adalah Affandi, WS Rendra, Sudjoyono, Umar Kayam, Mochtar Lubis, Taufik Ismail dan Remy Silado dll.

Bagi Fildzah, pameran sebetulnya bukan yang pertama, karena ia pernah ikut serta juga mengikuti ajang bergengsi berupa Pameran Seni Rupa tingkat Nasional bernama Expose Edu Art Action. Event ini diselenggarakan mulai tanggal 25 - 30 Juli 2018. Pameran bertempat di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang berada di jantung kota, sebelah Selatan Pasar Beringharjo yang Legendaris. Usah pameran, Fildzah Asmarani Laode juga diundang untuk hadir mengikuti pameran lukisan di Museum Afandi pada 26 Juli hingga 2 Augustus. Lukisannya ikutan mejeng di Museum yang berada di tepi Sungai Gajah Wong di Jalan Laksda Adisucipto nomor 167 Yogyakarta. Museum yang menempati lahan seluas 3.500 m2 ini terdiri atas bangunan museum yang terdiri dari empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti tempat pembelian tiket, dua studio, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya.

Salah satu yang paling membanggakan selain mendapat kehormatan untuk bisa ikutan pameran bersama seniman senior dari Fildzah adalah bisa bertemu dan berposa bersama Eyang mami Kartika Afandi, salah satu putri mendiang maestro Afandi. Sungguh kesempatan langka baginya.