Ada satu pengalaman yang menurutnya paling berkesan dan membaggakan, yaitu pada tahun 2006. Seorang siswa binaannya bernama Budiono berkat usaha dan keras kerasnya berhasil menjadi juara I mata pelajaran Kimia di OSN Tingkat Prov Banten. Meskipun baru setingkat propinsi, beliau sudah merasa sangat senang sekali karena mampu menyisihkan peserta unggulan lainnya seperti dari MAN Insan Cendekia dan  Penabur.  Padahal menurutnya beliau hanya mempersiapkan secara konvensional. Setiap sore sepulang sekolah, ibu guru yang cantik ini membawa siswanya Budiono belajar di perpustakaan. Alhamdulillah berkat jerih payahnya, Budiono berhasil berangkat ke Semarang untuk mengikuti OSN tingkat nasional pada tanggal 4-9 September 2006. Kesan yang sungguh luar biasa dan kebanggan tersendiri menjadi guru pendamping siswa berprestasi. Meskipun pada akhirnya tidak lolos di tingkat nasional, tapi kepuasan itu terasa nyata.

Pengalaman yang paling berkesan berikutnya adalah pada  suatu ajang OSIS,  yaitu saat gelaran Pentas Seni (PENSI).  Ketika itu beliau diberikan kepercayaan bertugas oleh kepala sekolah untuk menjadi membimbing acara tersebut. Waktu itu kepala sekolahnya adalah Bapak Sudjana, M.Pd. Beliau bersama Ibu Anita dan  Ibu Rusminah (Wakasek Kesiswaan) mempersiapkan semua acara dari awal hingga usai. Kepuasannya adalah ketika acara berlangsung sukses walaupun tanpa sponsor. Tim berhasil menjual tiket sebanyak 5000 lembar sehingga dengan dana yang terkumpul semua biaya tertutupi dan sama sekali tidak meninggalkan hutang malah diakhir event, acara pembubaran panitia bersama 100 sisiwa bisa dilaksanakan  di Dunia Fantasi, Ancol. "Itu buat saya luar biasa pengalaman yang sangat berkesan sekali", ujarnya sambil mengepalkan tangan saking semangatnya.